Tabek Patah, 5 November 2025 – Pemerintah Nagari Tabek Patah mengambil langkah proaktif dalam mempercepat penurunan angka stunting dengan menyelenggarakan Pelatihan bagi Tim Percepatan Pencegahan Stunting. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 4-5 November 2025, di Aula Kantor Wali Nagari ini diikuti oleh 25 orang kader dan perangkat nagari, yang menjadi ujung tombak penanganan masalah gizi kronis ini di tingkat akar rumput.
Stunting, atau kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang memerlukan kolaborasi semua pihak. Pelatihan ini bertujuan memampukan tim di lapangan untuk mendeteksi, mencegah, dan menangani faktor risiko stunting secara lebih efektif dan terpadu.
"Pelatihan ini adalah upaya serius nagari kami untuk memastikan setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal tanpa hambatan. Kami ingin memastikan tim kami memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk turun langsung mendampingi keluarga," ujar Zulkifli selaku Wali Nagari dalam sambutannya membuka acara.
Tiga narasumber kompeten dihadirkan untuk membekali peserta dengan materi komprehensif. Bayu Derosario Azika, S.Sos. dari UPT Balai Penyuluh KB Salimpaung, membahas pentingnya peran Keluarga Berencana (KB) dan pengaturan jarak kelahiran dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.
Sementara itu, Deddy Prihatin, S.Kom. dari Dinas PMDPPKB, memaparkan strategi pendataan dan sistem informasi yang dapat digunakan untuk memetakan keluarga berisiko stunting. Kemudian, Anita Rahma Dewi Annur, SKM, juga dari Dinas PMDPPKB, memberikan pelatihan teknis mengenai pemantauan tumbuh kembang balita, pola gizi seimbang bagi ibu hamil dan balita, serta praktik pola asuh yang sehat.
"Kami tidak hanya diajari teori, tetapi juga simulasi cara mengedukasi orang tua, terutama dalam memanfaatkan bahan pangan lokal untuk memenuhi gizi anak. Ini sangat aplikatif dan langsung bisa kami terapkan," tutur salah satu peserta, Aini, yang juga merupakan kader Posyandu.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan tim dapat menjalankan fungsinya sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penurunan prevalensi stunting di Nagari Tabek Patah, mendukung terciptanya generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Nagari Tabek Patah dalam mewujudkan komitmen nasional untuk menurunkan angka stunting, yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.